Steam Desk: Pembuktian Potensi Linux di Portable Computing

Portable Gaming Device

Valve baru saja mengumumkan produk terbaru mereka, Steam Desk. Sebuah portable computer yang ditenagai oleh versi kustom Steam OS. Steam seperti yang kita tahu merupakan sebuah marketplace terbesar Game. Beberapa tahun ini mereka telah fokus mengembangkan sebuah sistem operasi mereka sendiri yang ditujukan untuk gaming. Namun, kenapa Steam lebih memilih Linux daripada Sistem Operasi (OS) lain?

Linux merupakan sebuah sistem operasi Open Source. Hal ini berarti kalian dapat mengunduh dan mengedit sistem operasi ini sesuka hati kalian. Linux sendiri sebenarnya merupakan Kernel atau dasar dari sebuah OS yang secara berkala diupdate oleh pembuatnya Linus Torvald. Sementara itu Ubuntu, Manjaro, atau Mint merupakan Distribusi OS atau Distro yang telah dikembangkan oleh komunitas. Steam OS dapat dikatakan merupakan salah satu Distro Linux.

Perbedaan lisensi Open Source dari lisensi sistem operasi lainnya membuat Steam OS menjadi mungkin tanpa Valve mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli lisensi dari OS lain seperti Windows atau Mac. Steam Deck sendiri dikatakan oleh developernya sebagai portable PC daripada sebuah console. Artinya kalian sebenarnya bisa menghapus steam OS dan menginstall OS lain seperti Windows. Namun, hal ini tidak akan optimal karena Windows memiliki banyak background proses yang sebenarnya tidak diperlukan di sebuah portable PC. Hasilnya baterai dapat menjadi cepat boros dan beban kerja prosesor menjadi semakin berat.

Hal ini juga yang merupakan keunggulan Linux. Kalian dapat membuat Linux menjadi sekecil mungkin hingga dapat berjalan di komputer dengan RAM dan Disk yang sangat kecil. Sebagai contoh Tiny Core Linux hanya memiliki ukuran sebesar 10 MB (Windows 10 5.8 GB) dan dapat berjalan di RAM 48 MB (Windows 10 minimum 1 GB RAM). Konsep mengurangi fitur yang tidak penting ini pasti juga digunakan dalam Steam OS. Valve hanya akan memasang background program yang essential untuk tujuan utama Steam OS; yaitu Gaming. Beban OS terhadap prosesor dan RAM harus minimal agar game yang kalian mainkan dapat berjalan mulus.

Kesimpulannya, kenapa Steam OS dikembangkan dari Linux? Karena tidak memerlukan lisensi tambahan dan OS dapat diedit seoptimal mungkin untuk keperluan portable computing. Jika kalian tertarik untuk mengembangkan sebuah alat portable yang memerlukan sistem operasi, kalian perlu mempelajari Linux. Meskipun bukan sistem operasi yang umum digunakan, potensi Linux sebagai sistem operasi untuk portable computing sangatlah besar.

--

--

--

Language, Tech and Food.

Love podcasts or audiobooks? Learn on the go with our new app.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store
Ahmad Zaidi

Ahmad Zaidi

Language, Tech and Food.

More from Medium

Blink the LED with ESP32

DIY Connected Espresso Machine: Over-the-Air Updates (Part 6)

Let’s iterate together

zip lets multiple sequences to be iterated over together

ESP32 UWB Indoor Positioning Test