Potensi dan Resiko Crypto

Crypto pada dasarnya merupakan mata uang digital yang cukup populer dalam beberapa tahun ini. Pada awal 2020 hingga Januari 2021 harga Bitcoin melonjak 224% dari $24,000 ke $41,000 (Investopedia). Lantas, kenapa orang-orang rela membeli mata uang digital ini hingga nilai tukarnya naik sedrastis itu. Para pembeli Crypto tentu menyadari potensi besar di mata uang baru ini. Dalam artikel ini kita akan membahas potensi tersebut beserta resiko yang datang bersamanya.

Potensi Crypto

Crypto diciptakan sebagai mata uang yang terdesentralisasi dan mengutamakan privasi penggunanya (Koinal). Desentralisasi yang dimaksud di sini adalah sistem mata uang Crypto tidak terikat oleh bank central di negara tertentu. Hal ini dapat terjadi karena teknologi Blockchain yang dapat mencatat setiap transaksi pembelian atau penjualan dan catatan tersebut tidak dapat dirubah. Dengan sistem desentralisasi ini seseorang di Indonesia dapat membeli barang apapun dari seluruh dunia tanpa terkena pajak, biaya transfer antar bank, ditambah dengan transaksi yang super instan. Tidak perlu menunggu berhari-hari agar dana yang dikirim masuk ke dompet digital pembeli atau penjual.

Sedangkan privasi di sini berarti catatan pembelian tidak akan dapat dilacak oleh negara manapun. Jika anda semisal ingin transfer 100 juta melalui sebuah bank ke penjual mobil. Bank akan meminta anda untuk mengisi form dana tersebut digunakan untuk apa? Dalam dunia crypto hal ini tidak akan terjadi, yang terpenting adalah kepercayaan pembeli dan penjual. Privasi ini merupakan pedang bermata dua. Di satu sisi jika pengguna secara moral baik maka uang tentu tidak akan digunakan untuk membeli hal yang berbahaya. Di sisi lain jika moral pembeli dan penjual tidak baik maka ini merupakan sebuah resiko mata uang Crypto.

Resiko Crypto

Crypto adalah pengaplikasian free market secara penuh. Tidak ada regulator di sini, semua diserahkan kepada pasar. Jika pengguna baik maka free market ini akan juga baik. Orang dapat menggunakan crypto untuk membantu korban bencana alam, membeli peralatan kesehatan untuk disumbangkan ke rumah sakit, atau dapat digunakan untuk modal usaha. Namun, jika hal ini digunakan oleh teroris misalnya, mereka dapat membeli senjata dari negara manapun tanpa terlacak transaksinya oleh pemerintah. Bandar narkoba dapat menggunakan Crypto untuk membeli narkoba secara online, mereka tidak perlu membawa uang cash yang terlalu banyak kemana-mana dan dicurigai oleh polisi. Hal seperti ini yang membuat beberapa negara seperti Turki, Nigeria, Bolivia, Korea Selatan, Qatar, dan Mesir melarang transaksi menggunakan Crypto pada saat artikel ini ditulis.

Selain itu investasi besar-besaran pada crypto akan mengurangi dana di sektor investasi lain. Contohnya saham, seperti kita tahu IHSG pada awal tahun 2021 stagnan dan bahkan hampir kembali turun ke level 5000. Salah satu faktor (selain pandemi) yang mendistrupsi pasar saham adalah crypto. Tergiur dengan kenaikan yang begitu massif banyak investor yang memindahkan dananya ke Crypto. Investasi di saham dan Crypto merupakan dua hal yang berbeda. Jika kita menginvestasikan dana kita ke saham perusahaan tertentu dalam jangka panjang maka perusahaan tersebut dapat memperoleh modal dan menciptakan lapangan kerja. Sedangkan jika kita menginvestasikan dana ke Crypto kita berinvestasi ke sebuah mata uang. Semakin tinggi nilai investasi Crypto hal ini kemungkinan besar tidak akan menciptakan lapangan kerja atau modal bagi perusahaan yang membuat ekonomi berjalan.

Jadi, kesimpulannya haruskan anda membeli Crypto? Bagi saya pribadi saya tidak mau terjebak dalam pasar yang masih belum teregulasi ini. Keuntungan yang dapat anda raih di crypto memang jauh lebih besar dari saham. Namun, resiko investasi juga jauh lebih besar. Tidak ada sistem ARB (auto reject bawah) atau ARA (auto reject atas) yang dapat membatasi kenaikan atau penurunan nilai crypto. Jadi kembali kepada anda, crypto masih eksperimental masih perlu regulasi dalam penggunaannya. Keuntungan besar juga datang dengan resiko besar.

Referensi:

https://www.investopedia.com/articles/forex/121815/bitcoins-price-history.asp

https://www.koinal.io/blog/why-did-satoshi-nakamoto-invent-bitcoin-cryptocurrency

https://www.forbes.com/sites/lukefitzpatrick/2019/08/30/privacy-in-crypto-the-impact-of-rising-terrorism-concerns/?sh=1baeb5c37f1b

https://beincrypto.com/these-countries-banned-crypto-heres-why/

https://www.readitquik.com/articles/security-2/how-cryptocurrency-will-disrupt-the-stock-market/

--

--

--

Language, Tech and Food.

Love podcasts or audiobooks? Learn on the go with our new app.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store
Ahmad Zaidi

Ahmad Zaidi

Language, Tech and Food.

More from Medium

Multi-Party Entitlement With Bundled

Dashboards To Count Your ETH Staking Money

How to set up a private Ethereum Blockchain Network, based on Proof of Authority consensus…

Risk-adjusted Gambling? Welcome to Web3