Definisi dan Bahaya Antropomorfisme

Antropomorfisme merupakan kecenderungan manusia untuk menggunakan bentuk atau karakteristik manusia kepada sesuatu yang bukan manusia. Hal ini terjadi karena kecenderungan kita merasa nyaman jika melihat hal yang familiar dan sama dengan kita (manusia)(Gutrhie, 1997). Sifat telah melekat pada kesadaran manusia, sehingga kita sering mengaplikasikan sifat manusia terhadap sesuatu yang bukan manusia. Sebagai contoh, dalam unsur bahasa kita sering mendengar burung bernyanyi, padahal belum tentu burung tersebut mengeluarkan bunyi untuk menghibur burung lain seperti manusia saat bernyanyi. Selain itu, pada beberapa dekade terakhir kita juga disuguhkan banyak tontonan terutama kartun yang menerapkan bentuk tubuh manusia terhadap hewan. Sebagai contoh Mickey Mouse yang sebenarnya tikus namun diberi kaki, tangan, dan bisa berbicara selayaknya manusia. Sifat antropomorfisme sebenarnya bukan sifat yang membahayakan kita, namun dalam dua kondisi ini sifat ini dapat merugikan kita atau makluk lain.

Pertama, mudah takut dan terlalu superstisi. Antromorfis yang saya maksud di sini spesifik terhadap sifat kita yang mudah melihat pola wajah dalam objek apapun. Resiko pertama adalah kita akan mudah takut terhadap objek yang sebenarnya tidak berbahaya namun karena kita melihat pola wajah di situ kita akan mengasosiasikannya dengan hal yang menakutkan karena kita tidak melihat wajah di tempat seperti biasanya. Selain itu kita juga dapat terlalu berspekulasi berlebihan jika melihat pola wajah di objek-objek tertentu. Contoh yang paling terkenal adalah wajah di foto Planet Mars. Dalam sebuah foto planet mars yang di rilis NASA beberapa tahun silam ada sebuah pola mirip seperti wajah manusia yang dibentuk oleh jurang dan bukit di planet merah tersebut. Orang-orang di dunia maya heboh, dan berspekulasi itu adalah bukti alien dan sebagainya. Padahal bentuk tersebut hanya kebetulan semata jika dilihat dari sisi tertentu mirip seperti wajah dan tidak ada korelasinya dengan alien atau hal aneh lainnya. Jadi, jangan takut saat melihat bentuk wajah di benda tertentu, kemungkinan besar bentuk tersebut dibentuk oleh alam bawah sadar kita yang terbiasa melihat wajah manusia. Jika terlalu sering melihat hal ini, kalian perlu konsultasi dengan psikolog.

Sifat kedua adalah, menerapkan karakteristik manusia pada hewan. Setiap hewan memiliki bentuk tubuh tersendiri yang sesuai dengan habitatnya, namun belum tentu bentuk tersebut menyatakan hal yang sama dengan karakteristik manusia. Sebagai contoh video pendek Tiktok berikut memerlihatkan seorang yang “menggelitik” ikan pari.

https://www.youtube.com/watch?v=ESZNnOzyqVI

Ini merupakan contoh antromorpomisme. Ikan pari tidak memiliki karakteristik tubuh yang sama seperti manusia. Ikan pari seharusnya berada di air untuk bisa bernafas. “Menggelitik” ikan tersebut di daratan sama halnya dengan menggelitik manusia di dalam air. Hal ini dapat membuat satwa tersebut stress dan bahkan mati.

Antromorpomisme merupakan sifat yang perlu kita ubah. Tidak semua hal yang ada di dunia ini memiliki karakteristik yang sama seperti manusia. Jangan memanusiakan hal yang bukan manusia, hal ini dapat membahayakan makhluk tertentu atau kita sendiri.

Referensi

Guthrie, S. E. (1997). Anthropomorphism: A definition and a theory. In R. W. Mitchell, N. S. Thompson, & H. L. Miles (Eds.), Anthropomorphism, anecdotes, and animals (pp. 50–58). State University of New York Press.

--

--

Language, Tech and Food.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store