Apakah Kecerdasan Diturunkan atau Diajarkan? Kasus Keluarga Kalikak

Deborah Kalikak

Apakah seorang anak cerdas karena orang tuanya cerdas? Pada tahun 1912, sebuah buku yang ditulis oleh Henry H. Goddard berupaya menjawab pertanyaan ini. Goddard merupakan seorang psikolog terkemuka pada waktu itu. Buku tersebut meneliti keluarga Kalikak yang memiliki dua cabang keluarga dari Martin Kalikak. Cabang pertama merupakan cabang yang “benar” karena berasal dari pernikahan Martin dengan seorang wanita yang berasal dari Quaker. Cabang kedua terjadi Martin saat kembali dari perang dan mabuk di sebuah bar. Di bar tersebut Martin menghamili seorang Barmaid yang disinyalir adalah seorang wanita dengan “feeble-mind” (dalam artikel ini saya akan sebut sebagai kurang cerdas.

Karikatur dua garis keturunan Martin Kalikak tahun 1912

Cabang pertama keluarga ini merupakan keluarga yang baik-baik. Banyak dari garis keturunan ini menjadi orang pengacara, dokter, atau pilot. Intinya banyak yang berkontribusi besar kepada masyarakat. Sementara itu di cabang kedua Goddard menyampaikan narasinya bahwa kebodohan itu dapat diturunkan.

Cabang kedua keluarga buku Goddard meneliti objek” penelitian seorang gadis bernama Deborah Kalikak yang memiliki nama asli Emma Wolverton. Kalikak sendiri adalah pseudonim yang dibuat oleh Goddard. Kata ini berasal dari kata Yunani καλός (kallos) yang berarti baik dan κακός (kakos) yang berarti buruk. Deborah berasal dari cabang buruk keluarga kalikak. Deborah karena dianggap kurang cerdas dipindahkan oleh ibunya ke sekolah milik Goddard yang bernama New Jersey Home for the Education and Care of Feebleminded Children. Di sekolah ini Goddard melakukan sejumlah tes untuk menentukan seberapa kurang cerdas seorang anak dan kemudian dibagi ke beberapa tingkatan. Tingkatan paling rendah adalah idiot (IQ 0–25), tingkatan kedua adalah imbecile (IQ 26–50), tingkatan ketiga adalah moron (IQ 51–70). Deborah dikategorikan sebagai seorang moron dalam tes Goddard. Pada akhirnya klaim ini terbukti salah. Deborah terbukti dapat membaca dan memiliki literasi yang baik. Namun sayang sepanjang hidupnya Deborah harus berada di fasilitas untuk orang kurang cerdas, padahal dia sebenarnya normal.

Pengaruh Terhadap Nazi

Meskipun pada tahun 1920 Goddard telah menyatakan banyak poin dari bukunya yang salah tahun 1933 buku tersebut malah di print kembali di Jerman. Hal ini harap dimaklumi karena sirkulasi informasi sangat lambat karena keterbatasan teknologi informasi yang tidak seperti sekarang. Tahun 1933 Nazi berkuasa di Jerman, Tahun itu juga mereka mengeluarkan hukum sterilisasi bagi orang yang memiliki gangguan kecerdasan. Tahun 1935 Nazi mengeluarkan propaganda bernama Das Erbe (The Inheritance) yang melegimatisasi proses pengebiran ini. Bayangkan orang yang seharusnya masih normal seperti deborah dipaksa di kebiri oleh Nazi yang otoriter dengan sistem penilaian yang salah.

Hasilnya sekitar 150.000 warga Jermah dengan “disabilitas” tanpa persetujuan mereka dikebiri. Lebih parah lagi 20 bulan kemudian stigma buruk terbentuk dan alhasil 80.000 “disabilitas” terbunuh. Hal ini tidak akan terjadi seandainya Goddard tidak dengan ngototnya berusaha mempopularkan teorinya.

Diturunkan atau Diajarkan

Dari hal ini kita dapat menyimpulkan bahwa kecerdasan sebagian besar berasal dari pembelajaran. Lingkungan akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan intelektual seseorang tanpa memandang keturunan siapa dia. Memang, orang tua berpengaruh karena sebagian besar waktu seorang anak akan dihabiskan bersama kedua orang tuanya. Namun, hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa anak tersebut memiliki potensi lebih dari kedua orang tuanya. Semua tergantung seberapa besar keinginan untuk belajar.

Kasus ini juga memberi pelajaran bahwa seorang peneliti perlu objektif dalam membuat teori. Goddard karena merasa teori tersebut populer dengan terlalu menggebu gebu menyebarluaskan bukunya tanpa memperdulikan kritik dari peneliti lain. Meskipun pada akhirnya dia mengaku salah, namun efek yang ditimbulkan sudah terlalu fatal. Sains adalah proses dimana teori perlu dites berulangkali hingga menghasilkan sebuah kesimpulan yang baik bagi masyarakat.

Referensi

Deutschmann, Linda B. Deviance & Social Control, p. 168.

https://meridian.allenpress.com/idd/article/50/2/169/14846/Who-Was-Deborah-Kallikak

https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22642970/

https://gimletmedia.com/shows/science-vs/o2ho5g

--

--

--

Language, Tech and Food.

Love podcasts or audiobooks? Learn on the go with our new app.

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store
Ahmad Zaidi

Ahmad Zaidi

Language, Tech and Food.

More from Medium

Spirit of innovation world’s fastest all-electric aircraft

Wofai Samuel, Hammed Rauf and other Members of the RLC in Nigeria, meets U.S

War and malnutrition in Yemen

The Global Search for Education: Director Mohit Modi Wants to Educate Youth on Hygiene